3 FAKTA MENARIK HARDIKNAS


Pendidikan merupakan pilar penting dalam sebuah negara. Negara mana pun, termasuk Indonesia pasti mengharapkan pendidikan yang terbaik untuk menghasilkan sumber daya manusia yang andal.

Banyak tokoh pelopor pendidikan yang memiliki peran penting bagi dunia pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah Ki Hadjar Dewantara. Atas jasa-jasanya dalam dunia pendidikan, Ki Hadjar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Perhatian pemerintah Indonesia tidak berhenti sampai disitu saja. Pemerintah juga menetapkan hari pendidikan nasional atau yang sering disingkat dengan Hardiknas sebagai hari Nasional. Berikut ini merupakan 3 fakta menarik tentang Hardiknas

1. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa Ki Hadjar Dewantrara, pemenrintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pemilihan tanggal ini mengacu pada tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara yang bertepatan dengan tanggal 2 Mei.

2. Hardiknas pertama kali ditetapkan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 316 tahun 1959. Sejak itu, hardiknas ditetapkan sebagai hari Nasional dan bukan sebagai hari libur. Ki Hadjar Dewantara juga merupakan Pahlawan Nasional ke-2 yang ditetapkan Presiden pada tanggal 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959. Dengan Keppres itu dia juga ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

3. Memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Beliau merupakan pendiri lembaga pendidikan Nasional Onderwijs Institut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa yang didirikan tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara memiliki tiga semboyan bagi para guru atau pengajar yang di tulis dalam bahasa jawa yang bertujuan sebagai pedoman bagi pengajar saat membimbing muridnya. Semboyan tersebut adalah ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani. Ing Ngarsa Sung Tulada memiliki arti pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan. Ing Madya Mangun Karsa, artinya seseorang yang ditengah kesibukannya harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tut Wuri Handayani, seseorang yang dapat memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Hingga kini semboyan tersebut tetap populer di dunia pendidikan Indonesia, misalnya ‘Tut Wuri Handayani’ yang dituliskan dalam logo Kemendikbudristek.

Perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia bersandar pada sejarah bangsa dan keberanian dalam menciptakan sejrah baru yang gemilang. Beberapa transformasi yang telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia, salah satunya adalah program Merdeka Belajar. Program tersebut tentunya didukung oleh terobosan-terobosan terbaru yang didukung dengan kemajuan teknologi serta infrastruktur yang memadai agar dapat menjadi lompatan kemajuan dalam dunia pendidikan.

Semoga hardiknas dapat dijadikan sebuah momen yang tepat bagi semua pihak untuk mengintrospeksikan diri serta merefleksikan apa yang telah dikerjakan dan yang perlu diperbaiki kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini